zondag 30 september 2012

Wartawati Yang Apes


Wartawati Yang Apes

Diana baru saja diterima menjadi seoran wartawan di sebuah media cetak yg cukup ternama. Banyak yang heran dengan keputusannya, karena secara fisik diana lebih cocok menjadi seorang model dibandingkan menjadi wartawan.
Diana mempunyai lekuk tubuh yang indah, buah dada yg bulat menggiurkan, pantatnya terlihat padat,tinggi badannya lumayan,membuat ia terlihat anggun, rambutnya yg panjang terawat, matanya yg indah seolah menghipnotis tiap pria untuk bertekuk lutut dihadapannya.

hari itu jum'at. satu hari menjelang deadline, diana harus membuat laporan tentang kegiatan pelacuran di jakarta, terutama menjelang bulan ramadhan. Seperti biasa dalam mencari berita , diana selalu pergi sendiri. padahal tak ada seorangpun yang akan menolak jika ia minta ditemani, namun ia merasa lebih leluasa sendiri.
Diana mengunjungi sebuah kompleks pelacuran untuk mencari berita, sebelumnya ia sudah mengontak seorang pemilik warung minum di kompleks itu untuk memandunya dalam mencari berita sekaligus jadi pelindungnya, untuk itu diana sudah membayar cukup uang.

Dan tentu saja kedatangan diana ke tempat itu sangat menarik perhatian, beberapa lelaki hidung belang menggodanya, namun mereka tak berani macam macam karena diana ditemani oleh pemilik warung yg mantan preman, sehingga bisa dikatakan liputan diana saat itu berjalan lancar.

jam menunjukan pukul satu malam saat diana telah menyelesaikan liputannya. Diana beristirahat sejenak di warungnya Pak wowo, dialah yang sedari tadi mengantar diana berkeliling kompleks pelacuran itu. Sambil ditemani secangkir kopi panas , diana mengecek hasil liputannya sekali lagi, dia merasa lega akhirnya tugasnya selesai juga, tinggal diketik dan diserahkan pada redaksi besok, dan ia akan liburan sehari.

Selagi asyik dengan rekamannya, beberapa orang masuk ke warung itu, dari tampangnya jelas terlihat jika mereka adalah preman wilayah sini.

"eeh...siapa nih...?"seorang yg berbadan paling besar melihat diana,otomatis diana menjadi pusat perhatian disana, karena tak ada siapapun lagi disana, smentara pak wowo sedang di belakang.

"oohh..ternyata nona wartawan.....gimana non..udah puas...?" tanya orang itu lalu tertawa. Diana hanya mengangguk pelan dan tersenyum sopan, nada bicara org ini membuatnya tak nyaman, apalagi teman teman org ini kemudian berdiri di belakang diana seolah bersiap siap untuk melakukan sesuatu.

Melihat gelagat buruk, Diana segera bangkita dari tempat duduknya. namun ia kurang cepat, orang di depannya telah menerkam dia sehingga diana terdorong ke dinding warung, tangan orang itu mulai meraba raba tubuh diana.

"PAK WOWO..PAK WOWO...TOLONG....TOLONG..PAK..." diana berteriak berharap pak wowo mendengarnya.
tak lama pak wowo muncul dari belakang, membuat diana merasa lega. orang itupun menghentikan aksinya walaupun ia masih mencengkram kuat lengan diana.

"pak tolong pak...mereka mau berbuat yg tak senonoh pada saya.." seru diana sambil berusaha melepaskan diri. usahanya berhasil dan ia segera menghampiri pak wowo.

"kenapa non diana..?" tanya pak wowo
"itu pak..mereka mau kurang ajar sama saya.." jawab diana
"lalu ...?"
"tolong suruh mereka pergi pak...."
pak wowo kemudian memandang diana, dan diana merasakan ada yg berbeda dari sorot mata pak wowo.

"wahh..non.....mereka kan berlima..bapak sendirian...gimana bapak ngusirnya...?" kata pak wowo, namun tidak ada nada ketakutan dari bicaranya, hal ini membuat sebersit ketakutan muncul di pikiran diana, ternyata pak wowo juga terlibat.

"ayo..bawa ke kamar belakang aja..." kata pak wowo, segera para preman itu menarik diana ke kamar belakang yang memang sedari tadi telah disiapkan oleh pak wowo.
Diana didorong masuk ke sebuah kamar kosong, kelihatannya kamar ini biasanya dipakai oleh para pelacur jika menerima pelanggannya.

"tolong...jangan.....kenapa kaliaan ini...." diana memohon
"dasar perempuan tolol..berani beraninya kemari...sendirian pula..."jawab seorang preman
"tapi..tolong..saya hanya wawancara....tidak akan ada yg dirugikan...."kata diana lagi
"bodo amat...!!!....togar ....ucup..ayo...." dia memerintah anak buahnya.
segera mereka mendorong diana terjatuh ke tempat tidur, kedua tangan diana kemudian diikat ke atas kepala ujung tempat tidur , smentara seorang yg lain berusaha melepaskan celana jeans yg dipakai diana.
agak sulit karena diana terus meronta, namun akhirnya berhasil juga. kemudian satu persatu kancing baju diana dilepas, sehingga kini paha diana yang mulus dan buah dada diana yg montok terexpose.

Diana mendengar suara laci dibuka, rupanya si pimpinan preman, joni , baru saja mengambil gunting lalu kemudian mendekati diana. Joni kemudian menelurusi lekuk tubuh diana perlahan dengan gunting sampai akhirnya ia menggunting lepas bra diana dan celana dalam diana. segera Hawa dingin menerpa buah dada diana yg terbuka, membuat putingnya mengeras. Diana hanya bisa pasrah karena sadar tak akan ada yg menolongnya disini.

"keras nih.....wahhh...terangsang juga nih cewek...." kata joni sambil memainkan puting diana.
diana hanya bisa memejamkan mata dan memalingkan muka sementara joni meremas remas buah dadanya.

"ucup..bikin dia panas dulu nih..." kata joni. tawaran yg langsung disambut gembira oleh ucup.
"thanks ..boss..."
diana tak berani melihat, tapi ia bisa mendengar jika kini ucup sedang melepaskan pakaiannya sendiri, kemudian ia merasakan jari jari yg menyentuh dan memainkan vaginanya.
"toolong..jaangann..." diana hanya bisa memohon dan menangis
namun ucup tak mau mendengarnya , ia terus memainkan vagina diana dengan jari jarinya, hal ini membuat diana sangat kesakitan dan tersiksa apalagi vaginanya masih kering.

"hei..kalian..coba bawa air seember kemari sama bawa handycam gue.....cepetan..." joni menuruh anak buahnya yg lain. dan tak butuh waktu lama untuk mereka memenuhi perintah boss nya.

"gimana cup....?'" tanya joni
"masih sempit boss.....perawan nih kayaknya..." jawab ucup
" bagus..bagus...."
joni mendekati diana dan bertanya
"kamu masih perawan.....bener..?"
diana hanya bisa mengangguk pelan, tubuhnya terguncang karena isak tangis.

joni lantas membuka ikatan diana di tempat tidur untuk kemudian mengikat tangan diana ke belakang punggung.
" berlutut ..dilantai..ayo...." perintah joni.
ucup segera memaksa diana untuk berlutut di lantai, belum sempat berpikir sesuatu yg keras memukul pipinya.
Diana terkejut, penis joni kini menegang keras dihadapan wajahnya, selama ini ia belum pernah melihat secara langsung penis laki2.
joni segera memaksa memasukan penisnya ke mulut diana, penisnya yg besar membuat mulut diana terlihat penuh, juga tentu saja membuat dian tersedak dan sulit bernafas. Joni dengan kasar mendorong dorong kepala diana dan menahannya beberapa saat menikmati kehangatan bibir gadis cantik ini, sampai akhirnya ia menarik keluar penisnya dari mulut diana.
Diana merasa lega , ia terbatuk dan berusaha menarik nafas , smentara ia merasakan beberapa tangan menjamahi tubuhnya denga kasar, ikatan di tangannyapun sudah dilepas.

Tiba tiba diana kembali ditarik jatuh ke kasur, kini ia bisa melihat jika seluruh lelaki di kamar itu telah telanjang bulat, diana bergidik melihat penis penis mereka yg sudah menegang, penis yg beberapa saat lagi akan mengacak acak keperawanannya. salah seorang dari mereka bahkan sedang merekam semua kejadian yg terjadi.

joni segera menindih tubuh diana, menjamahi dan mencubiti buah dadanya dengan gemas, lalu mengulum dan menyedotnya dengan kasar, sebelum diana sempat berteriak , ucup telah membungkam mulut diana dengan ciumannya yg ganas, lidah ucup dengan liar bermain di dalam mulut diana.

Diana hanya memejamkan mata dan menangis tertahan, air mata mulai mengalir.
Diana berteriak tertahan dan mata terbelalak, saat tiba tiba vaginanya ditembus oleh penis joni. kali ini diana mencoba berontak dan melepaskan diri, namun semakin dia meronta, joni semakin keras dan brutal memompa vaginanya, sehingga semakin menambah kesakitan pada diri diana.
Joni terus memacu tubuh diana, sementara kawan - kawannya memberi semangat, kadang muncul komentar2 jorok ditimpali tertawa.

setelah sekian lama akhirnya diana merasakan suatu tegangan, tak lama kemudian dia merasakan sesuatu yg hangat dalam dirinya, joni telah mengeluarkan sperma didalam.
Joni kemudian bangkit dan tertawa puas,namun siksaan diana belum berakhir, kini di atas tubuhnya telah ada pak wowo dengan penis yg bahkan lebih besar dari milik joni.
Kini sambil menatap penuh nafsu wajah diana, pak wowo menembus vagina diana dengan penisnya.
meskipun darah perawanan dan cairan bekas joni membuat penis pak wowo masuk lebih lancar, namun vagina diana masih sempit,sehingga tak mengurangi kesakitan diana, bahkan krn besarnya penis pak wowo, kesakitannya malah lebih terasa.

"aahhh...ahhhh...bangsaaatt...kaa...liaann.... aahh h..." umpat diana.
togar segera membungkam mulut diana dengan penisnya, kini sambil tubuhnya masih ditindih oleh pak wowo, ia juga harus mengoral togar. tak satupuin kejadian itu yang luput dari rekaman handicam joni.
tak lama kemudian lagi lagi ia merasakan cairan hangat di vaginanya, dan semburan cairan asin di mulutnya.
Diana hendak memutahkan cairan itu namun kepalanya ditahan togar sehingga, ia terpaksa menelan sperma togar.
setelah pak wowo, kini giiran yg lain menindih diana dan memperkosanya dengan kasar. Diana sudah pasarh, air matanya sudah mengering, ia hanya memejamkan mata membayangkan ia tak disana, membayangkan semua itu tak terjadi.
ucup kemudian membalikan tubuh diana, dan penisnya kini menga cak acak pantat indah diana, hal ini membuat diana sangat tersiksa dan kesakitan

"AAAHH....JANGAN DISANA...SAKIIT..AHHH..JANGAN..."

namun teriakan memelasnya hanya ditimpali oleh tertawa mengejek, apalagi kemudian lagi lagi mulutnya disumbat oleh penis seseoarang, diana tak mau tahu siapa orangnya, yang jelas ia psarah pada nasib yg menimpanya.
ia tidak tahu berapa orang yg memperkosanya, ia terlalu lelah dan shock uintuk menyadari hal itu, hingga pagi menjelang ia harus terus melayani banyak lelaki , jika ia terlhat tak sadarkan diri ,orang2 itu menyiramkan air ke tubuhnya.
bahkan pada penutup mereka memasukan penis ke lubang pantat dan vagina diana sekaligus, setiap kali diana menjerit kesakitan semakin keras pula mereka memompanya., dan diana pun tak ingat apa apa lagi.

epilog: menjelang siang para pengguna jalan tol dikejutkan dengan penemuan sesosok tubuh perempuan tanpa busana di pinggiran jalan, dilihat dari kondisinya perempuan ini masih hidup dan jelas merupakan korban perkosaan. Polisi segera melakukan penyelidikan pada kasus tersebut, dan butuh waktu sampai sebulan kemudian, sampai akhirnya polisi menangkap para pemerkosa tersebut.
dan karena kejadian itu pula akhirnya massa merusak dan membakar tempat pelacuran itu , menutup selamanya tempat itu. Dan diana butuh waktu hampir setahun samapi akhirnya ia bisa hidup normal kembali, meski begitu pengalaman mengerikan itu tak akan pernah terlupakan seumur hidupnya

Dua tahun berlalu sejak kejadian pemerkosaan diana. Walau masih membekas namun diana tetap berusaha tegar mengahadapi semua itu, bahkan kini karirnya menanjak. Diana kini tidak lagi bekerja sebagai wartawan media cetak, tapi sudah bekerja di stasiun Tv swasta ternama, tidak hanya itu, dengan gagahnya kini Diana membawakan acara kriminal di televisi, ratingnya cukup bagus, sehingga nama Diana masuk dalam jajaran pembawa acara TV favorit.

"hehehe...makin cantik aja kamu manis..abang kangen nih..." gumam joni. Dia adalah pimpinan preman yang memperkosa diana dulu ketika gadis cantik itu tengah meliput kompleks lokalisasi.
seharusnya dia masih dipenjara, namun dia berhasil melarikan diri. Selama di penjara joni mengikuti terus acara diana, hal ini menjadi salah satu alasan ia kabur. Ia selalu merindukan kehangatan tubuh gadis itu, jeritan dan tangisannya. ia membayangkan membawa diana ke suatu tempat memperkosanya habis habisan, dan mendengar lagi jeritan dan tangisan si cantik ini.

Demi keamanan diana kini tinggal di sebuah apartemen , namun hal itu bukan halangan bagi penjahat profesional seperti joni. Ia berhasil menyusup masuk ke apartemen tempat diana tinggal. Dia tinggal menyamar menjadi kurir atau pengantar surat atau apapun itu.
Kini ia telah berdiri di depan pintu apartemen Diana, dengan waktu singkat ia berhasil membuka kunci apartemen tersebut, dan menguncinya kembali agar tak ada yg curiga.
masih ada waktu beberapa jam sebelum diana pulang kerja dari stasiun TV. Tempat itu cukup luas, jendela kamarnya menampilkan pemandangan kota , dengan kursi dan sofa menghadap jendela , dan meja yg cukup besar dan indah di tengahnya. Joni membayangkan tubuh telanjang diana terbaring disana, sementara dia memperkosanya, diana menjerit dan memohon dan mungkin menangis. Penis joni langsung menengang membayangkan hal tersebut.

Joni memasuki kamar tidur diana, wangi harum khas kamar wanita segera semerbak. joni tersenyum melihat kasur diana mempunyai kaki kaki di setiap sudutnya. ia membayangkan mengikat diana disitu, dengan kaki dibentangkan lebar, menanti penisnya menerobos.
dia menaruh tasnya yg berisi tali dan beberapa dildo yg dia dapat dari kawannya, malam ini ia akan berpesta dengan diana, gadis cantik , pembawa acara favorit indonesia. Joni pun tertawa, ia bahkan sudah menyiapkan senjata untuk mengancam korbannya.

Joni segera menanggalkan seluruh pakaiannya, dan besembunyi di balik kamar tidur diana dengan pisau siap di tangan. Joni mendengar suara kunci pintu dibuka dan suara langkah kaki menuju kamar ini. Diana tanpa curiga memasuki kamarnya, dengan gerak cepat joni menangkap diana dari belakang dan menodongkan pisaunya ke leher diana.
"hai...cantik..masih ingat abang ...?" kata joni
seluruh tubuh diana mendadak lemas, ia tentu saja tak akan pernah melupakan suara itu seumur hidupnya.
Diana pun bisa merasakan jika joni tidak berpakaian, penisnya menusuk nusuk belakang tubuh diana.

"jangan..tidak...." diana mulai memohon, air mata mulai mengalir di pipinya, mimpi buruknya yang dulu akan terulang lagi

"jangan..?hehehehe..gue udah kangen banget sama kamu sayang....ga enak di penjara....hehehe.." kata joni menikmati ketakutan diana." hari ini kita akan bersenang senang seperti dulu sayang..."

Diana bagai terkena aliran listrik saat tangan joni mulai meraba raba tubuhnya, bergerak dari pantat ke buah dada, meremasnya kuat. penis joni terasa kian mengeras menekan pantat diana, bayangan saat diperkosa dulu akan kembali menjadi kenyataan, apalagi ia menyadari jika apartemen ini kedap suara, dibuat untuk kenyamanan , namun siapa sangka hal itu malah jadi petaka bagi diana.

sebenarnya diana sudah tak punya hasrat untuk melawan, ia hanya bisa psrah dan berharap joni tidak menyiksanya dan segera pergi setelahnya.

Joni mendorong diana terjatuh ke kasur, diana terpekik melihat joni sudah telanjang bulat
"ingat sayang..kalau kamu menurut kamu tidak akan apa apa..tapi kalo macam macam gue bisa nyiksa kamu sampe puas..paham...?"
diana hanya mengangguk pasrah.

"bagus..sekarang..buka baju kamu...ayo cepat......."
dengan perlahan diana membuka blazernya, buah dadanya tersembul dibalik branya, membuat joni menelan ludah.
"sekarang branya juga buka..ayoooo..."
dengan terpaksa diana membuka bra nya, melemparnya ke lantai, dan dengan cepat menutup buah dadanya dengan kedua tangan.

"apapan sih...ayo..turunkan tangannya..." perintah joni

diana dengan perlahan menurunkan tangannya, memperlihatkan buah dadanya dengan putingnya yg mengeras karena terkena udara dingin.

"hehehehe..pemandangan yang indah..sekarang bawahnya ayo......"
diana patuh mengikuti perintah joni kini, ia telanjang bulat di tempat tidurnya, mata joni terbelalak melihatnya, dua tahun ia tak pernah melihat perempuan, kini perempuan cantik pasrah telanjang dihadapannya.

joni bergerak mendekat, penisnya diacungkan ke wajah diana yg terduduk di kasur.
"masukin ke mulut..ayo.....jangan sampai gue main keras ya...."
diana menatap wajah joni berharap ada belas kasihan harapan yang sia sia.
dengan terpaksa diana memasukan penis itu ke mulutnya,
"ayo..jilati..isep..kayak dulu..."
dengan patuh diana menjilati dan mengulum penis joni, walau dengan air mata bercucuran, sementara joni tertawa penuh kemenangan sambil tangannya tak lepas dari buah dada yg ranum itu.
tak lama joni merasa akan keluar, ia tarik penisnya dan menyiramkan spermanya ke wajah diana, sehingga gadis cantik itu gelagapan.
"hahahaha....obat awet muda sayang.....hahahaha..."
diana menangis karena merasa terhina, namun ia agak "beruntung" karena ia tdk melawan, maka segala siksaan yang direncanakan joni sebelumnya tidak dijalankan.

"ayo..berbaring..." perintah joni, yg diikuti patuh oleh diana.
setelah diana berbaring, joni leluasa menjelajahi buah dada montok diana, dia remas , jilat dan hisap penuh nafsu.

"ehhh...ahhhhhh..uuhhh...." diana hanya bisa mengerang
joni terus menghisap dan meremas buah dada diana sampai ia merasa penisnya sudah siap tempur kembali.

Joni menarik diana ke depan dan menyuruh diana telungkup di meja besar di depan.

"ooh..tidakk..jangan..lakukan apa saja..asal jangan disana....." diana ketakutan sadar apa yang akan terjadi
PLAKKK!!! sebuah tamparan membuat diana limbung, joni segera mengatur posisi diana sebelum gadis itu sadar, dan menerobos pantat diana dengan penisnya.

"AAAAAAAHHHKKK........." jerit diana kesakitan
joni kemudian menggenjot pantat diana diiringi jerit kesakitan diana, sesuai dengan bayangannya tadi.
stelah puas, kini giliran posisi diana diatas, sementara joni terbaring disofa.

"aahh...ahhh..ahhhh..ahhh..." erang diana.

dan lagi lagi setiap orgasme, joni menyemburkna spermanya di wajah diana.

malam itu diana menjadi budak sex joni, ia harus melayani joni bak seorang pembantu, ia harus membuatkan makanan untuk joni dan tidak boleh berpakaian, belum lagi joni dengan nyaris tanpa henti semalaman menyetubuhi diana.

baru menjelang siang keesokan harinya joni menghentikan aksinya, diana bernafas lega karena ia diizinkan joni untuk berpakaian, namun itu tak membuat mimpi buruknya berakhir.

'cepat...kamu ikut aku....ayo......."paksa joni
"kemana..jangan...ampun......"diana memohon bahkan berlutut
"aah..ayo...atau mau gue main kasar..hehee...kita bulan madu sayang... hehehee...."
dan hari itu joni dengan paksa membawa diana pergi ke suatu tempat, suatu tempat yg diana yakin tak akan lebih baik dari sekarang.......
wartawan , pembawa acara Tv favorit akan segera menjadi budak sex......

kemanakah diana dibawa oleh joni..?
apa yang akan terjadi padanya...?
suatu hari pertanyaan itu akan terjawab.....suatu hari....

Dengan paksa joni membawa diana ke tempat parkir di basement, sesampainya di mobil, joni mengikat tangan dan kaki diana serta menyumpal mulutnya agar tak berisik, ditaruhnya tubuh diana di bawah jok belakang, dan ditutupinya dengan kain , pakaian dan benda benda lain yg tak mencurigakan, sehingga org lain tak tahu ada orang dibawah sana, juga diana tak akan tahu dian akan dibawa kemana.

mobil bergerak perlahan di lalu lintas jakarta, Diana berusaha mengira ngira akan dibawa kemana dia. Dia tak tahu pasti namun dari perubahan suhu dan hawa ia menduga joni membawanya ke luar kota. Terkaannya tak salah , joni mengarahkan mobilnya ke sbuah Villa di kawasan puncak, suatu rencana telah dibuat untuk Diana.

Diana berusaha mengenali tempat itu ketika joni menegluarkannya dari mobil, meski tahu ini daerah puncak namun ia tak tahu pasti dimana tepatnya. Joni membawa masuk diana ke sebuah villa, di dalam ia mengikat diana di sebuah kursi di depan sebuah TV layar lebar.

"saya mau diapakan lagi.....?" tanya diana khawatir
"jangan takut nona cantik...kamu akan segera tahu...hahahaha..."
"tolong..jangan siksa saya lagi..saya akan melakukan apapun yang kamu suruh..tapi tolong .."
"ahhh..sudah diam.....lebih baik kamu nikmati tontonan ini ya..sementara abang pergi dulu..hahahaha.."

joni pun meninggalkan diana di ruangan itu setelah menyalakan Tv dan VCD.

diana menunggu apa yg akan ditunjukan oleh joni. Namun ia tertegun, ketika ternyata joni memutarkan rekaman ketika ia dulu pertama kali di perkosa oleh joni dan kawan kawan. seluruh memorinya kembali ke kejadian itu, gambar vcd itu dengan jelas menggambarkan bagaimana joni menggeranyangi tubuhnya, merenggut keperawanannya, bagaimana pula saat anak buah joni bergilirin menyiksa dan memperkosanya.
Diana berteriak , sambil menghentakan kakinya ke lantai, tak lama tangisnya pun meledak.
ia menangis sejadi jadinya saat seluruh detail kejadian dulu kembali terpampang dihadapannya, ia tak mengira bisa mengalami kejadian seburuk ini.

Satu jam kemudian joni kembali tapi ia tak sendiri, seorang chinese gendut bersamanya serta seorang bodyguard.

"lihat , koh..saya ga bohong kan...?" kata joni sambil menunjuk pada diana
"lo orang hebat.....loe bisa dapetin penyiar TV terkenal..lo gila tapi hebat.." kata a bun
"bukan itu aja koh, saya juga yang dapet perawannya...nih buktinya.."jawab joni sambil memutar ulang vcd tadi, diana hanya membuang muka tak mau melihatnya lagi, namun joni seperti sengaja menyiksanya, volume suaranya dikeraskan sehingga, rekaman jeritan dan rintihan diana saat diperkosa dulu menggema di ruangan itu.
"hahaha..lo orang hebat...ga rugi owe kenal sama loe orang....hahaha..."

ABUN mendekat pada diana, meraba raba seluruh tubuh diana, dan tangannya menelusup masuk ke balik rok diana.

"bangsat...lepaskan saya....jangan kurang ajar ya...!" diana berontak
"hahaha...ok ..ok.....dasar pelacur....lihat saja nanti..loe orang akan bertekuk lutut dihadapan owe .hahaha!"
kata a bun lalu memberi isyarat pada bodyguardnya.
bodyguard itu mengeluarkan sejenis suntikan dan mengisinya dengan suatu cairan.
"mau apa kalian..jangan...jangan..." diana ketakutan melihat ia akan disuntik sesuatu.
namun sia sia, si bodyguard menyuntikan cairan itu ke tubuh diana.

Diana tersentak, efek cairan itu mulai bekerja, kepalanya terasa pening, dan ia merasa seolah terbakar, namun kemudian rasa itu terfokus hanya buah dada dan vaginanya, tiba tiba diana merasa ingin buah dadanya diremas, vaginanya seolah menagih penis untuk memasukinya, otaknya dipenuhi oleh berbagai pikiran kotor.

"dengar...loe orang itu pelacur..ayo....bilang....siapa loe orang..." kata a bun
"saya..pelacur....saya..pe..lacur " kata kata itu meluncur tak terkendali dari mulut diana
"hahaha..bagus..bagus......ayo memohon..ayo...." kata abun lagi
"sa..ya..pelacur....saya..mo..hon..setubuhi..s ..ya ....."otaknya berusaha mencegah namun mulutnya tak tertahankan.
abun tertawa penuh kemenangan, ikatan diana dilepas dan ia pun langsung ambruk ke lantai, ia tka bisa mengontrol tubuhnya sendiri.

"ayo..pelacur..merangkak kemari..ayo..." a bun memerintah
diluar kesadaran diana bergerak merangkak mendekati a bun, terus bergerak dan ketika dekat, rangsangan birahinya makin tak tertahankan melihat tonjolan di balik celana a bun, tanpa sadar diana bergerak kesana, tangannya membuka celana abun, mengeluarkan penisnya , dan mengulumnya dengn nikmat.
otak diana seolah berteriak agar diana tak berbuat itu, namun tubuhnya seolah mempunyai pikiran sendiri, ia merasa terhina sekaligus merasa terangsang.
penis a bun dijilati diana, dikulum dan disedot sedot nikmat, abun memejamkan mata sambil meremas remas rambut diana , menikmati kuluman si penyiar cantik ini.

setelah merasa cukup, a bun menyuruh diana untuk melepas pakaian. dengan patuh diana membuka satu persatu pakaian yg melekat ditubuhnya, rasa terbakar ini semakin parah, birahinya makin naik, apalgi saat a bun juga melepas pakaian, penisnya ygkembali menegang membuat diana semakin terangsang.

buah dada diana dijelajahi oleh abun, diremas remas, di kulum dan dijilat, membuat diana melenguh penuh nikmat

"uuhh..aahhhh...ya...ahhhh.."
kemudian masih sambil meremas buah dada diana, abun turun dan menjilati vagina diana.
hal ini membuat diana menggelinjang dan merintih penuh kenikmatan.

"ehhmmm..ahhhhh..ahhhhh....."
a bun kemudian memasukan jari jarinya ke vagina diana, diana makin menggelinjang tak karuan.
sementara a bun asyik dengan diana, tiba tiba dari ruang depan terdengar teriakan histeris.

rupanya entah darimana joni mendapatkan seorang gadis sma, seragamnya sudah acak acakan dan tak lagi menutupi tubuhnya, buah dadanya sedang di remas remas oleh joni, sementara dari pahanya terlihat bercak darah perawan, gadis cantik itu menangis kesakitan sementar joni terus menggenjotnya,

"mami..tolong...mami..tolong nanda......mami.." hanya itu yg keluar dari mulut gadis itu.
diantara isak tangis dan jerit keskitannya ia terus memanggil manggil maminya.

"mami...sakiit...toolong..ma..mi...."

joni hanya tertawa tawa melihat korbannya memohon dan memelas.dan terus mempermainkan tubuh gadis muda itu.

sementara diana kini sedang digenjot a bun dari belakang, meski kesakitan namun efek obat tadi lebih kuat dari serangan birahi bagaimanapun

berbagai posisi telah dijalani oleh abun pada diana, dan tubuh bugil diana telah mengkilap karena keringat, tubuhnya terasa lelah, namun a bun kelihatan masih segar bugar, dan ketika mencapai orgasme , a bun menyuruh diana menelan spermanya dan membersihkan sisa yg menempel di penis, di bawah pengaruh obat , diana patuh. meski telah selesai namun a bun melarang diana untuk berpakaian .

sementara itu , joni masih menggenjot tubuh anak sma itu, nanda namanya. gadis cantik khas kecantikan sma, entah darimana dan bagaimana joni bisa menyeretnya kemari.
perkosaan yang dialaminya membuat nanda pingsan, namun hal ini tidak menghentikan joni.
ia terus menerobos vagina milik nanda.
setelah puas joni menikmati tubuh nanda , giliran abun yg menindih tubuh nanda. namun abun tak menyukai korbannya pingsan, ia kemudian membawa nanda ke kamar mandi. dan beberapa saat kemudian terdengar jeritan histeris dari kamar mandi, rupanya nanda sudah sadar.

sementara penis joni sedang dikulum oleh diana, pikiran joni menerawang membayangkan sebuah rekaman video yang sensasional, video antara seorang penyiar Tv dan gadis sma, joni membayangkan berbagai adegan seks yg akan terjadi antara dua gadisnya ini, dan rekaman yg akan sangat berharga sekali.
joni pun tertawa......suara tertawa joni..seiring dengan jerit tangis nanda..dan suara setan......
pada saatnya nanti , diana dan nanda akan menjadi bintang film porno pribadinya...

suatu saat nanti............

Geen opmerkingen:

Een reactie posten